Grup Penjejak Tamadun Dunia

PERJUANGAN CINTA MAHASISWA...... CINTA TUHAN - CINTA MANUSIA -CINTA ILMU-CINTA HIKMAH- CINTA keBENARan - CINTA keADILan - CINTA perUBAHan - CINTA penCERAHan

Monday, August 02, 2010

Pendidikan Al-Hikmah dan misi pencerahan-Himpunan pidato kependidikan-Dato Dr Siddiq Fadzil(2)

Tragedi keilmuan:Quo Vadis IPT!-Teks ucapan Konvokesyen ke 12 KDH

-‘Hari pengijazahan adalah hari bersejarah dalam hayat seorang pemburu ilmu.Ia harus dimaknai secara yang benar sesuai dengan tingginya nilai ilmu dan beratnya amanah keilmuan.Bagi kami para pendidik,istiadat konvokesyen ini tidak hanya bererti kesempatan berkongsi rasa gembira,tetapi ia juga sebenarnya menyiratkan sebuah harapan,mudah-mudahan tertunailah amanah berat membina generasi anak bangsa dengan ilmu yang bermanfaat dan dengan pendidikan yang memanusiakan.Membina manusia dalam realiti hari ini sering kali terasa seperti menongkah arus.Justeru,zaman ini adalah zaman dehumanisasi ,krisis penghakisan nilai-nilai kemanusiaan.Dengan kata lain,sudah banyak sistem pendidikan masa kini yang gagal melaksanakan misi hakiki pendidikan.Benarlah seperti yang disebut oleh pemikir Islam kontemporari,Malik Ben Nabi bahawa sistem pendidikan kita hanya mampu memberikan kemahiran(maharah/skill) tetapi gagal memberikan kesedaran(al-wa’y/awareness)Demikianlah kenyataan yang sedang kita saksikan ketika ini.Generasi muda kita rata-rata memang cukup terampil dalam bidang pekerjaan yang diceburi tetapi sebahagian mereka tidak lagi memiliki kesedaran kemanusiaan ,kesedaran keislaman dan kesedaran kerakyatan.’

-Memang sejak hari pertama kami sudah komited dengan misi ‘pembinaan generasi ilmuwan ulu-l-albab’,manusia cendekia pemadu zikir dengan fikir,pemilik daya renung yang tembus ke inti hakiki’.Zikir dalam konteks ini merujuk pengertian kesedaran ketuhanan(God consciousness) yang meliputi kesedaran kehambaan,kepekaan terhadap hukum hakam dan nilai-nilai ketuhanan.Sementara fikir pula merujuk pengertian kekuatan daya renung sehingga dapat menyerlahkan makna di balik tanda termasuk segala hikmah dan rahsia alam ciptaan Tuhan.

-‘Hingga ke saat ini masih berleluasa amalan mengenepikan criteria ilmu ketika meletakkan seseorang pada sesuatu posisi.Di tengah gembar-gembur,’knowledge is power’,sebenarnya kita sedang ditimpa krisis nilai yang ditandai dengan kegagalan meletakkan nilai ilmu di puncak urutan sistem nilai budaya kita’

-‘Kiranya dapat dibayangkan,pada era knowledge based sekarang ini,apa yang akan terjadi kepada bangsa yang tidak memiliki budaya ilmu,tidak memiliki budaya membaca dan tidak menghargai para ilmuwan’

-‘Dalam masyarakat traditional kematian seorang ilmuwan dirasakan sebagai kehilangan besar yang selalu diekspresikan dengan ungkapan ‘padamnya sebuah pelita’.Justeru,ilmuwan adalah lantera zaman.Fungsi para ilmuwan adalah untuk memberikan khidmat penyuluhan dan pencerahan’

-‘Ilmu memberikan mereka makna maruah,martabat dan kehormatan diri sehingga terbentuk sikap pantang ilmuwan menunduk-nunduk kepada ahlu’d-dunya(golongan berkuasa dan berharta).Sikap mulia diri tersebut terbentuk dari kesedaran bahawa ilmuwan adalah pemilik khayran kathira(kebaikan yang banyak) sementara ahl al-dunya(para penguasa,hartawan dan lain-lain sejenisnya)hanya memiliki mata’un qalil(kesenangan yang cuma sedikit)’

-‘Implikasi lain dasar ilmu yang disebut market driven itu ialah beranjaknya fungsi institusi-institusi pendidikan dari membina manusia kepada mengaut keuntungan’

-‘Justeru,di mana-mana dapat ditemukan pimpinan IPT yang tidak lagi memiliki citra sebagai sarjana tetapi sudah berubah menjadi pencari dana’

-‘Warga IPT rata-rata tidak lagi berasa bernaung di bawah naungan teduh seorang sarjana besar,sebaliknya lebih berasa berada di bawah arahan CEO sebuah syarikat’

‘-Kepada seluruh para graduan kami amanahkan pesan fa’staqim kama umirta(setialah selamanya kepada idealisme dan ajaran yang telah diberikan).Tampillah ke tengah umat dengan sikap percaya diri sebagai manusia terdidik dan ilmuwan yang berpendirian.Anda(para graduan) adalah generasi harapan untuk mendaulatkan nilai ilmu,menyemarakkan gerakan perubahan ke arah tamadun yang Islami dan masyarakat yang madani’

Pendidikan Al-Hikmah dan misi pencerahan-Himpunan pidato kependidikan-Dato Dr Siddiq Fadzil(1)

Mukadimah Penulis

-‘Syukurlah jika masih ada yang sudi mendengar suara hati di tengah maraknya budaya...(yaquluna bi afwahihim ma laysa fi qulubihim) lain di mulut lain di hati.Mujurlah masih ada yang berani menghadirkan pembicara yang kritis di musim leluasanya budaya ampu.Mungkin masih ramai yang kurang berselera mendengar pidato-pidato ceremonial para pembesar yang biasanya hanya membaca teks hasil perahan otak orang lain.Yang jelas,semakin ramai orang yang tidak mahu diperbodoh dengan ‘ceramah-ceramah bodoh’.Dan jangan-jangan ‘intelektual’ pengampu pun lama-lama bosan sendiri.Berapa lama mereka berasa seronok memperbodoh dan menipu diri?’

-‘Pendidikan adalah faktor paling kritikal dalam perjuangan membina kualiti umat.’

-‘Krisis yang sedang berlaku dinilai cukup berat kerana telah merebak sampai ke jantung pendidikan itu sendiri sehingga pendidikan telah kehilangan esensinya sebagai proses pembinaan dan pengutuhan insan.’

-‘Pencahayaan dan pencerahan Ilahi itulah yang harus menjadi salah satu misi penting pendidikan’

-‘Justeru,pendidikan tanwiri adalah pendidikan yang memberikan pencerahan kepada anak-didik sehingga mereka mampu melihat segala sesuatu sebagaimana adanya,menepati wujud hakikinya’

-‘..pendidikan Islam harus mampu melakukan pembinaan akliah-rohaniah secara seimbang’

-‘Kekuatan ruhaniah adalah tonggak utama keunggulan umat generasi silam’

-‘Melayu adalah bangsa yang memiliki kesedaran yang cukup tinggi tentang hati.Mungkin Bahasa Melayulah ,bahasa yang paling banyak menggunakan kata hati—suka hati,susah hati,puas hati,baik hati,busuk hati,hati batu dan seterusnya.’

Sunday, July 18, 2010

Mavi Marmara

(petikan dari email yang diterima...)

Gaza flotilla activists were shot in head at close range!!!
Mourners by the coffins of dead activists: Turkey is furious but
has not risked a complete break with Israel Photo: REUTERS

Nine Turkish men on board Mavi Marmara were shot
a total of 30 times, autopsy results reveal.
Israeli soldiers aiming a gun on the deck of a Turkish ship, after Israeli soldiers boarded
the vessel in international waters off the Gaza coast on May 31, 2010. /AP

Israel was tonight under pressure to allow an independent inquiry into its assault on the Gaza aid flotilla after autopsy results on the bodies of those killed, obtained by the Guardian, revealed they were peppered with 9mm bullets, many fired at close range.
Haneen Zuabi attempts to speak at Israeli Knesset as Anastassia Michaeli is escorted off the podium
Haneen Zuabi (right), who represents the Arab nationalist party Balad in the Israeli Knesset,
is heckled by Anastassia Michaeli, of the ultra-nationalistic Yisrael Beteinu party (centre).

The results revealed that a 60-year-old man, Ibrahim Bilgen,
was shot four times in the temple, chest, hip and back.
The coffin of a Gaza aid flotilla volunteer killed in Israeli attack is carried by people
at the end of the funeral religious service at the Fatih mosque in Istanbul.

A 19-year-old, named as Fulkan Dogan, who also has US citizenship, was shot five times from less that 45cm, in the face, in the back of the head, twice in the leg and once in the back.
Furkan Dogan
Furkan Dogan, 19, student at Kayseri High School.

Two other men were shot four times, and five of the victims were shot either in the back of the head or in the back, said Yalcin Buyuk, vice-chairman of the council of forensic medicine.
Thousands of relatives and supporters greeted the
Turkish activists at the airport. Photograph: Vadim Ghirda/AP

The findings emerged as more survivors gave their accounts of the raids. Ismail Patel, the chairman of Leicester-based pro-Palestinian group Friends of al-Aqsa, who returned to Britain today, told how he witnessed some of the fatal shootings and claimed that Israel had operated a "shoot to kill policy".
Erdogan visited the people who were injured.

German activists who were on an aid ship bound for Gaza raided
by Israeli commandos said that nobody on board was armed!!
German activists :'We wanted to bring aid to Gaza'

Kutlu Tiryaki was a captain of another vessel in the flotilla. "We continuously told them we did not have weapons, we came here to bring humanitarian help and not to fight," he said.
Sheik Raed Salah, leader of the Islamic movement in Israel is escorted into court after
being detained from one of the ships of the Gaza-bound Flotilla raided by Israel Monday.

Grigoropoulos, who insisted the ship was full of humanitarian aid bound for Gaza "and nothing more", said that, once detained, the human rights activists were not allowed to contact a lawyer or the Greek embassy in Tel Aviv.
An activist who was seized during the aid-convoy raid bound for Gaza gestures upon his arrival in Jordan on June 2.

Grigoropoulos added: "They didn't let us go to the toilet, eat or drink water and throughout they videoed us. They confiscated everything, mobile phones, laptops, cameras and personal effects. They only allowed us to keep our papers."
Gaza aid flotilla activists arrive at the Jordanian border bridge
with the West Bank yesterday after being deported from Israel

The UN Human Rights Council passed a resolution setting up an independent fact-finding mission to investigate the incident. The resolution condemned what it called the "outrageous attack" on the flotilla and called for the lifting of the blockade on Gaza.
A boy wears a Palestinian flag during an anti-Israeli protest in front of the Israeli Consulate in Istanbul

Think not of those who are killed in the Way of Allâh as dead.
Nay, they are alive, with their Lord, and they have provision.They rejoice in what Allâh has bestowed upon them of His Bounty and rejoice for the sake of those who have not yet joined them, but are left behind (not yet martyred) that on them no fear shall come, nor shall they grieve.They rejoice in a Grace and a Bounty from Allâh, and that Allâh will not waste the reward of the believers.
Quran 3:169-171

A brief introduction to the nine Turkish Martyrs killed on 31 May 2010, by Israeli soldiers who attacked the Turkish vessel M.V. Mavi Marmara, as it attempted to transport humanitarian aid to the people of the Gaza Strip.

1. Ibrahim Bilgen, 61, an electrical engineer from Siirt.
Member of the Chamber of Electrical Engineers of Turkey. Married with 6 children.
Ibrahimbilgenn2

2. Ali Haydar Bengi, 39, from Diyarbakir. Graduate of Al-Azhar University,
Cairo (Department of Arabic literature). Married with 4 children.
Ali haydar bengi

3. Cevdet Kiliçlar, 38, a journalist from Kayseri.
Married with two children.
Cevdet Kiliçlar

4. Çetin Topçuoglu, 54, from Adana. Former amateur soccer player and taekwondo champion,
who coached Turkey's national taekwondo team. Married with one son.
Çetin Topçuoglu

5. Necdet Yildirim, 32, from Malatya.
Married with a three-year-old daughter.
(Dogan News Agency)

6. Fahri Yaldiz, 43, a firefighter who worked for the Municipality of Adiyaman.
Married with four children.
Fahri Yaldiz

7. Cengiz Songür, 47, from Izmir.
Married with seven children.
Cengiz songur

8. Cengiz Akyüz, 41, from Iskenderun.
Married with children aged 14, 12 and nine.

9. Furkan Dogan, 19, student at Kayseri High School. Son of Dr. Ahmet Dogan,
Assoc Prof at Erciyes University. A Turkish-American dual national,
with two siblings.
Furkan Dogan

Kisah tak jadi bunuh diri.....

(Petikan dari satu email yang diterima..... )

Pada setiap Jumaat, selepas selesai menunaikan solat Jumaat, seorang Imam
dan anaknya yang berumur 7 tahun akan berjalan menyusuri jalan di kota itu
dan menyebarkan risalah bertajuk "Jalan-jalan Syurga" dan beberapa karya
Islamik yang lain.


Pada satu Jumaat yang indah, pada ketika Imam dan anaknya itu hendak keluar
seperti biasa meghulurkan risalah-risalah Islam itu, hari itu menjadi amat
dingin dan hujan mulai turun.


Anak kecil itu mula membetulkan jubahnya yang masih kering dan panas dan
seraya berkata "Ayah! Saya dah bersedia"


Ayahnya terkejut dan berkata "Bersedia untuk apa?". "Ayah bukankah ini
masanya kita akan keluar menyampaikan risalah Allah"


"Anakku! Bukankah sejuk keadaan di luar tu dan hujan juga agak lebat"


"Ayah bukankah masih ada manusia yang akan masuk neraka walaupun ketika
hujan turun"


Ayahnya menambah "Ayah tidak bersedia hendak keluar dalam keadaan cuaca
sebegini"


Dengan merintih anaknya merayu "Benarkan saya pergi ayah?"


Ayahnya berasa agak ragu-ragu namun menyerahkan risalah-risalah itu kepada
anaknya "Pergilah nak dan berhati-hatilah. Allah bersama-sama kamu!"


"Terima kasih Ayah" Dengan wajah bersinar-sinar anaknya itu pergi meredah
hujan dan susuk tubuh kecil itu hilang dalam kelebatan hujan itu.


Anak kecil itu pun menyerahkan risalah-risalah tersebut kepada sesiapa pun
yang dijumpainya. Begitu juga dia akan mengetuk setiap rumah dan memberikan
risalah itu kepada penghuninya.


Setelah dua jam, hanya tinggal satu saja risalah "Jalan-jalan Syurga" ada
pada tangannya. DIa berasakan tanggungjawabnya tidak akan selesai jika masih
ada risalah di tangannya. Dia berpusing-pusing ke sana dan ke mari mencari
siapa yang akan diserahkan risalah terakhirnya itu namun gagal..


Akhirnya dia ternampak satu rumah yang agak terperosok di jalan itu dan mula
mengatur langkah menghampiri rumah itu. Apabila sampai sahaja anak itu di
rumah itu, lantas ditekannya loceng rumah itu sekali. Ditunggunya sebentar
dan ditekan sekali lagi namun tiada jawapan. Diketuk pula pintu itu namun
sekali lagi tiada jawapan. Ada sesuatu yang memegangnya daripada pergi,
mungkin rumah inilah harapannya agar risalah ini diserahkan. Dia mengambil
keputusan menekan loceng sekali lagi. Akhirnya pintu rumah itu dibuka.


Berdiri di depan pintu adalah seorang perempuan dalam lingkungan 50an.
Mukanya suram dan sedih. "Nak, apa yang makcik boleh bantu?"


Wajahnya bersinar-sinar seolah-olah malaikat yang turun dari langit.
"Makcik, maaf saya mengganggu, saya hanya ingin menyatakan yang ALLAH amat
sayangkan makcik dan sentiasa memelihara makcik. Saya datang ini hanya
hendak menyerahkan risalah akhir ini dan makcik adalah orang yang paling
bertuah". Dia senyum dan tunduk hormat sebelum melangkah pergi.


"Terima kasih nak dan Tuhan akan melindungi kamu" dalam nada yang lembut


Minggu berikutnya sebelum waktu solat Jumaat bermula, seperti biasa Imam
memberikan ceramahnya. Sebelum selesai dia bertanya " Ada sesiapa nak
menyatakan sesuatu"


Tiba-tiba sekujur tubuh bangun dengan perlahan dan berdiri. Dia adalah
perempuan separuh umur itu. "Saya rasa tiada sesiapa dalam perhimpunan ini
yang kenal saya. Saya tak pernah hadir ke majlis ini walaupun sekali. Untuk
pengetahuan anda, sebelum Jumaat minggu lepas saya bukan seorang Muslim.
Suami saya meninggal beberapa tahun lepas dan meninggalkan saya keseorangan
dalam dunia ini" Air mata mulai bergenang di kelopak matanya.


"Pada Jumaat minggu lepas saya mengambil keputusan untuk membunuh diri. Jadi
saya ambil kerusi dan tali. Saya letakkan kerusi di atas tangga menghadap
anak tangga menuruni. Saya ikat hujung tali di galang atas dan hujung satu
lagi diketatkan di leher. Apabila tiba saat saya untuk terjun, tiba-tiba
loceng rumah saya berbunyi. Saya tunggu sebentar, pada anggapan saya, siapa
pun yang menekan itu akan pergi jika tidak dijawab. Kemudian ia berbunyi
lagi. Kemudian saya mendengar ketukan dan loceng ditekan sekali lagi".


"Saya bertanya sekali lagi. Belum pernah pun ada orang yang tekan loceng ini
setelah sekian lama. Lantas saya melonggarkan tali di leher dan terus pergi
ke pintu"


"Seumur hidup saya belum pernah saya melihat anak yang comel itu.
Senyumannya benar-benar ikhlas dan suaranya seperti malaikat". "Makcik, maaf
saya mengganggu, saya hanya ingin menyatakan yang ALLAH amat sayangkan
makcik dan sentiasa memelihara makcik" itulah kata-kata yang paling indah
yang saya dengar".


"Saya melihatnya pergi kembali menyusuri hujan. Saya kemudian menutup pintu
dan terus baca risalah itu setiap muka surat ... Akhirnya kerusi dan tali yang
hampir-hampir menyentap nyawa saya diletakkan semula ditempat asal mereka.
Aku tak perlukan itu lagi".


"Lihatlah, sekarang saya sudah menjadi seorang yang bahagia, yang menjadi
hamba kepada Tuhan yang satu ALLAH. Di belakang risalah terdapat alamat ini
dan itulah sebabnya saya di sini hari ini. Jika tidak disebabkan malaikat
kecil yang datang pada hari itu tentunya roh saya ini akan berada
selama-lamanya di dalam neraka"


Tiada satu pun anak mata di masjid itu yang masih kering. Ramai pula yang
berteriak dan bertakbir ALLAHUAKBAR!


Imam lantas turun dengan pantas dari mimbar lantas terus memeluk anaknya
yang berada di kaki mimbar dan menangis sesungguh-sungguh hatinya.


Jumaat ini dikira Jumaat yang paling indah dalam hidupnya. Tiada anugerah
yang amat besar dari apa yang dia ada pada hari ini. Iaitu anugerah yang
sekarang berada di dalam pelukannya. Seorang anak yang seumpama malaikat.


Biarkanlah air mata itu menitis. Air mata itu anugerah ALLAH kepada
makhlukNya yang penyayang


Panjangkanlah risalah ini. Ingat ALLAH sentiasa menyayangi dan memelihara
kamu!

Monday, July 12, 2010

Johan Galtung,keamanan dan ....

Ada beberapa perkara yang menarik perhatian saya tatkala membaca buku ‘Pertemuan yang indah :kenangan pertemuan dengan tokoh-tokoh dari seluruh dunia yang tidak dapat dilupakan’ (penterjemah Nazel Hashim Mohamad terbitan GAPENA).

Buku ini merupakan himpunan esei tulisan Dr Daisaku Ikeda ,Presiden Soka Gakkai Internasional(SGI) yang berpusat di Tokyo,seorang pejuang kemanusiaan-keamanan-kedamaian dan mengungkapkan pengalaman beliau bertemu dan berdialog dengan beberapa orang tokoh seperti Tun Dr Mahathir Mohamad,Johan Galtung,Zhou Enlai dan ramai lagi.

Saya tertarik dengan perkongsian Dr Daisaku Ikeda tentang pertemuannya dengan Johan Galtung ,Pengasas Institut Penyelidikan Keamanan Antarabangsa di Oslo.

Johan Galtung sejak usia yang masih muda iaitu 21 tahun telah pun mengasaskan Institut Penyelidikan Keamanan Antarabangsa di Oslo,sebuah institut yang banyak membuat kajian tentang pengajian dan penyelidikan keamanan sejagat tatkala ramai yang lebih berminat mengkaji tentang strategi ketenteraan dan pembangunan persenjataan atau kata lain,lebih berminat untuk berperang!

Dalam buku ini juga tercatat bahawa beliau menganggap ‘..definisi keamanan itu tidak lebih sebagai tidak wujudnya perang adalah suatu konsep pasif yang ekstrem’’ .

Saya sangat bersetuju dengan pandangan beliau .Dalam konteks kenegaraan,adakah sesebuah negara yang tidak dalam suasana peperangan tetapi penuh dengan pelbagai masalah seperti berleluasanya rasuah,meningkatnya kadar jenayah,wujud penindasan dan ketidakadilan itu boleh dikatakan sebuah negara yang aman?

Johan Galtung juga lebih menekankan apa yang dipanggil konsep keganasan struktur yang diungkapkan sebagai ‘..keganasan yang disebabkan oleh cara masyarakat itu distrukturkan yang mengizinkan kebangkitan diskriminasi,penindasan,kemiskinan,kebuluran,eksploitasi dan pelanggaran hak asasi manusia’’

Di samping itu juga beliau telah menyenaraikan 2 jenis keganasan struktur yang ketara iaitu eksploitasi di negara-negara kapitalis dan penindasan di negara-negara komunis.

Sesebuah negara pasti akan kucar kacir,tidak wujud keamanan dan ketenteraman serta rakyatnya hidup dalam kegelisahan sekiranya wujud pelbagai kemungkaran seperti pelanggaran terhadap hak asasi manusia,kegagalan pengagihan kekayaan negara secara adil,kepincangan dalam urus tadbir dan sebagainya.

Pejuang keamanan sejagat akan terus berjuang menumbangkan segala bentuk peperangan,penindasan dan akan memastikan kemanusiaan dan keadilan menang.Kedamaian dan kebahagian buat semua manusia tetap menjadi keutamaan !Hidup keamanan!

6 Julai 2010

Kampung Sungai Ramal Dalam

2.00 am

Puisi Mengenang Perjuangan Salahuddin AL-Ayubi

Puisi Mengenang Perjuangan Salahuddin AL-Ayubi


Namamu selamanya kukenang

sebagai pahlawan yang berani melawan

segala penindasan dan ketidakadilan

menumbangkan kezaliman dengan senjata keamanan

pejuang kemanusiaan penegak kebenaran

Kau berjuang dengan pedang cinta

Menghunus kasih sayang

bukan dengan kebencian!

Bukan dengan keganasan!

Jiwa besar anak muda

Tinggi wawasan penuh cita-cita

Aku ingin merubah dunia!

Kau buktikan dengan merubah dirimu

Berubah dan melakukan perubahan

Menyingkirkan segala noda hitam

Menyuci jiwa

membersih segala kekotoran

kau ikhlas berjuang

lantas kau mengecap kemenangan

dan mengisi kemenangan dengan perubahan

demi tuhan yang mencintai kejayaan

dan aku sesungguhnya cukup yakin

percaya jalan perjuangan cintamu

jalanmu dan jalanku

jalan cinta!

Hanya cinta!

Kampung Sungai Ramal Dalam

06 Julai 2010

2.45 am

Catatan perjalanan-Mesyuarat Agung IIFSO,Jakarta 2010

Mesyuarat Agung IIFSO

3 Jun 2010 (Khamis)

Saya,Faisal (Presiden PKPIM)dan Abu Qasim(Naib Presiden Antarabangsa PKPIM) telah mewakili PKPIM untuk menghadiri mesyuarat agung IIFSO pada 4-6 Jun 2010 di Jakarta,Indonesia.

Ketibaan kami di lapangan terbang Sukarno-Hatta disambut oleh Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia(PII),Nasrullah dan anak-anak buahnya .Menaiki van yang disewa pihak PII,kami langsung dibawa ke sebuah restoran untuk makan malam dan menu makan malam kami malam ini ialah nasi uduk yang cukup saya gemari .Malam ini saya dan teman-teman PKPIM sekali lagi menginap di asrama PII setelah menginap disini dalam kunjungan sebelum ini.

4 Jun 2010 (Jumaat)

Seperti biasa,saya berjalan-jalan seorang diri sekitar kompleks PII selepas selesai solat subuh berjemaah di masjid dalam kompleks PII.Jauh juga saya berjalan mengelingi kawasan Manten ini untuk melihat suasana pagi disini disamping bagi mengelakkan tertidur di waktu pagi dan memanfaatkan waktu tatkala berada di negara orang.

Selesai berjalan-jalan,saya ,Faisal dan Abu Qasim bersama teman –teman PII bersarapan di warung makan milik seorang aktivis PII.Menu sarapan pagi kami hari ini ialah makanan dari Palembang,pempe yang juga makanan yang saya suka.

Kami dibawa ke Masjid Istiqlal,antara masjid yang terbesar di Asia Tenggara untuk menunaikan solat Jumaat dan kemudiannya dibawa makan tengahari di sebuah restoran bersama seorang alumni PII dan menu makan tengahari kali ini ialah nasi daging lembu !

Selepas kekenyangan makan tengahari kami kembali ke pejabat PII untuk mengambil barang-barang kami dan kemudiannya teman-teman PII menghantar kami ke Hotel Mercure,Ancol,hotel tempat berlangsungnya mesyuarat agung IIFSO nanti.

Ini merupakan kali kedua saya ke Ancol,sebuah tempat rekreasi terbesar di Indonesia yang juga dianggap sebagai Disneyland Indonesia setelah berpeluang bermain pelbagai permainan rekreasi disini secara percuma dalam program International Youth Gathering sebelum ini.

Sewaktu sesi pendaftaran peserta mesyuarat IIFSO inilah saya berjumpa teman-teman dari SALAM UI dan KAMMI yang turut serta dalam program IYG dahulu.Kebanyakan mereka menjadi urusetia bagi mesyuarat IIFSO kali ini dan ada juga yang menjadi peserta wakil organisasi masing-masing.

Saya ditempatkan sebilik bersama seorang peserta dari Indonesia mewakili HMI dan temannya seorang wartawan akhbar Republika yang membuat liputan sepanjang program IIFSO ini.

Selepas solat maghrib,perasmian mesyuarat IIFSO bermula dengan dihadiri oleh semua perwakilan negara-negara anggota IIFSO dan turut dimeriahkan dengan persembahan tarian budaya dari Acheh,tarian saman.Sesudah selesai majlis perasmian ,para peserta menjamu makan malam sambil berkenalan antara satu sama lain.Ada yang berbicara dalam Bahasa Inggeris,ada juga dalam Bahasa Arab dan juga Bahasa Perancis disamping Bahasa Melayu Malaysia dan Bahasa Indonesia.

Saya ,Faisal dan Abu Qasim kemudiaannya bersembang agak panjang dengan wakil Parti Saadat (pimpinan Erbakan) dari Turki bersama-sama seorang penterjemah bahasa dari Mesir.

5 Jun 2010 (Sabtu)

Hari kedua mesyurat IIFSO ini diisi oleh sesi bengkel latihan pembangunan manusia yang disampaikan oleh Prof Dr Ali Alhamadi yang mengupas panjang tentang strategi membangunkan modal insan dan beberapa persiapan yang perlu dilakukan oleh setiap aktivis.

Selepas itu diadakan pula sesi perkongsian pengalaman antara negara-negara peserta dimana setiap wakil negara berpeluang berkongsi pengalaman dan perkembangan umat di negara masing-masing.

Laporan IIFSO bagi sesi sebelum ini turut dibentangkan kepada semua peserta oleh wakil pimpinan IIFSO sesi sebelum ini dan kemudiannya disusuli oleh sesi pencalonan Setiausaha Agung dan Majlis Syura IIFSO yang turut dirancakkan dengan perbahasan dan perdebatan.

6 Jun 2010(Ahad)

Hari ketiga mesyuarat IIFSO diteruskan lagi dengan sesi pemilihan jawatan tertinggi IIFSO ,sesi taaruf peserta ,forum anak muda yang mengupas tentang peranan anak muda dalam melakukan perubahan dan juga sesi bergambar kenang-kenangan.

Dalam majlis penutup mesyuarat IIFSO juga diserikan lagi dengan persembahan lagu-lagu perjuangan oleh kumpulan nasyid terkenal,Shoutul Harakah,persembahan budaya tarian semut,dan para peserta juga diajar untuk bermain angklong beramai-ramai.

Program mesyuarat agung IIFSO ini ditutup dengan nyanyian lagu tentang Palestin beramai-ramai dengan penuh semangat oleh para peserta bersama-sama Shoutul Harakah.

Selesai majlis penutup mesyuarat agung IIFSO dan makan malam,saya bersama-sama Faisal dan Abu Qasim berjalan-jalan makan angin di tepi pantai Ancol dan disini juga kami terserempak dengan beberapa orang peserta dari Algeria lalu bersembang panjang dengan mereka.

7 Jun 2010(Isnin)

Pagi ini semua peserta ‘check out ‘ dari Hotel Mercure,Ancol dan menaiki 2 bas untuk sesi lawatan ke Taman Safari di Bogor.Sepanjang berada dalam bas untuk perjalanan dalam 2 jam dari Ancol ke Bogor,para peserta mengadakan sesi taaruf sekali lagi untuk saling mengenali antara satu sama lain dan juga dihiburkan dengan nyanyian pelbagai lagu oleh peserta pelbagai negara.

Di Taman Safari Bogor ini semua haiwan seperti harimau,gajah,unta,zirafah,dan sebagainya dibiarkan bebas berkeliaran dan tidak dikurung seperti di kebanyakan zoo.Sebaliknya para pelawat taman safari hanya dibenarkan duduk di dalam kenderaan masing-masing sepanjang jelajah di taman safari ini dan ia seolah-olah semua haiwan itulah yang menonton gelagat manusia dan bukannya manusia yang menonton gelagat haiwan-haiwan tersebut.

Para peserta berada lebih 2 jam di Taman Safari Bogor ini dan disini kami makan tengahari dan kemudiannya diberi waktu untuk membeli belah .Selepas melawat Taman Safari di Bogor,sebahagian dari peserta menaiki bas langsung menuju ke lapangan terbang untuk pulang ke nagara masing-masing dan sebahagian yang lain kembali ke hotel tempat penginapan.

Saya,Faisal dan Abu Qasim bersama-sama para peserta mesyurat agung IIFSO yang belum pulang diberi penginapan di Hotel Aston Marina walaupun pada mulanya kami bercadang untuk bermalam di pejabat PII.

8 Jun 2010(Selasa)

Selepas sarapan pagi,saya ,Faisal dan Abu Qasim dijemput oleh teman-teman PII untuk ke pejabat PII sekali lagi dan disini juga saya bertemu dengan seorang sahabat yang pernah berprogram bersama-sama (Temu Pemuda Serantau 2007),Shubhi.Kami telah berjanji untuk bertemu disini memandangkan Shubhi ingin menyerahkan beberapa buah buku yang dipesan oleh Akmal Hisham(Exco ABIM) dan juga buku baru yang saya pesan dari Shubhi ‘Membangun peradaban dengan ilmu’ dimana Shubhi merupakan ketua editor buku ini.Kami makan tengahari bersama sambil berdiskusi beberapa perkara berkaitan intelektual dan ilmu.

Selepas bertemu Shubhi,saya ,Faisal dan Abu Qasim dibawa pula oleh teman-teman PII ke Departmen Agama untuk menziarahi Pengarah Pendidikan Islam Department Agama Indonesia,Dr Imam Talhah yang juga merupakan mantan aktivis PII.Kami sempat berbincang bersama Dr Imam Talhah tentang isu pendidikan islam serta perbandingan antara Malaysia-indonesia dalam aspek pendidikan dan Dr Imam Talhah juga menghadiahkan PKPIM buku tulisan beliau bertajuk ‘Islam,Agama dan Perdamaian”.

Teman-teman PII kemudiannya membawa kami ke rumah Zaid Makarma(mantan Ketua Umum PII dan SU PEPIAT(Pesekutuan Pelajar Islam Asia Tenggara) di Bogor.Di rumah Zaid Makarma ini kami dijamu dengan pelbagai makanan Indonesia yang sangat sedap dan Zaid Makarma juga menghadiahkan buku ‘Manajement Nafsu’ tulisan Khomeini.

Dari Bogor kami bergegas ke lapangan terbang memandangkan kami akan menaiki pesawat pulang ke Kuala Lumpur.Saya ,Faisal dan Abu Qasim agak lewat tiba di lapangan terbang dan sebaik sahaja ‘check in’ tiket kami berlari sekuat mungkin menuju ke dewan menunggu pesawat dan mujur kami sempat menaiki pesawat pulang ke Kuala Lumpur.

Abu Qasim terus pulang ke rumahnya di Seremban sebaik sahaja tiba di LCCT manakala saya dan Faisal terus menuju ke KL Sentral dan malam itu kami tidur di tempat menunggu dalam KL Sentral sehingga awal pagi keesokan harinya dan kemudiannya terus ke pejabat PKPIM di Gombak.

Tuesday, June 22, 2010

Piala Dunia 2010,Syeikh Yusuf Makassar dan tahanan Robben Island

Kuasa Bola Sepak.Inilah kuasa yang kita saksikan sepanjang perlawanan Piala Dunia 2010 .Tiada topik utama lain yang dibicarakan orang melainkan bola.Main bola.Minum Bola.Makan bola.Tidur bola.Judi bola!

Saya tidaklah begitu kuat stamina untuk bangun qiamulail menonton perlawanan bola di awal pagi buta(ada pagi celik?).Dan telinga saya pula bukannya meminati bunyi (merdu?) vevuzela yang mampu memekakkan telinga.

Selain jaringan cantik oleh para pemain handalan negara masing-masing,saya suka menonton gelagat para penonton bolasepak yang secara tiba-tiba menjadi jurulatih bolasepak(tak ada tauliah-watikah?)di hadapan skrin besar restoran-restoran mamak.GOL!!!Itulah laungan ‘takbir’ para ‘penagih’ bolasepak.

Sempena Piala Dunia 2010 yang tengah hangat berlangsung di Afrika Selatan ini,ada beberapa kisah yang ingin saya kongsikan bersama para pembaca.Ia bukanlah kisah tentang bola sepak.Bola itu bulat,Noktah.Gol!

Pada 20-21 Februari 2010 yang lalu,saya berpeluang menghadiri program International Conference On Universal Justice Network yang berlangsung di Wisma Makara,Universitas Indonesia di Depok,Indonesia.

Program ini merupakan anjuran bersama Islamic Human Right Commission(IHRC) yang berpusat di London, Citizens International yang berpusat di Pulau Pinang dan Pusat Advokasi Hokum dan Hak Asasi Manusia(PAHAM),Indonesia.

Dalam program ini,saya bertemu dengan seorang tokoh Islam pejuang hak asasi manusia-pejuang kemanusiaan dari Cape Town,Afrika Selatan iaitu Imam Achmad Cassim.

Beliau pernah dipenjara selama 7 tahun di penjara Robben Island bersama Nelson Mandela sewaktu umur 17 tahun kerana melawan dasar apartheid.

Sewaktu kami bersama-sama menaiki van yang disediakan pihak penganjur,beliau bertanya kepada saya apakah Makassar itu jauh dari Jakarta.Imam Achmad Cassim memberitahu saya beliau mahu menziarahi makam Syeikh Yusuf Makassar,seorang tokoh ulama dari bumi Indonesia yang bertanggungjawab menyebarkan dakwah Islam di bumi Afrika Selatan.

Sepanjang perjalanan tersebut,beliau asyik memuji Syeikh Yusuf Makassar dan menceritakan sejarah perjuangan beliau kepada saya dan rakan-rakan yang lain.

Syeikh Yusuf Makassar ( 3 Julai 1626-23 Mei 1699)merupakan tokoh ulama sufi yang berpengaruh dalam perkembangan tasawuf di Nusantara dan Sirru al Asrar (Rahsia segala Rahsia) merupakan salah satu karya terpenting beliau.Beliau juga dikatakan pernah berguru dengan Syeikh Nuruddin Ar Raniri.

Beliau juga merupakan seorang pejuang anti penjajahan dan memimpin perjuangan melawan Belanda sehingga dipenjara dan akhirnya di buang ke Ceylon .Di Ceylon beliau tetap dengan perjuangan beliau berdakwah penuh hikmah di Ceylon sehingga mempunyai pengaruh yang besar dan pengikut yang ramai di sana.

Penghijrahan beliau ke Afrika Selatan menyaksikan beliau berjaya memimpin dan mewujudkan kesatuan dan perpaduan rakyat bagi menentang segala penindasan ,anti perkauman dan melawan segala bentuk penjajahan.

Pejuang anti apartheid ,Nelson Mandela, bekas Presiden Afrika Selatan,juga cukup mengkagumi dan mengiktiraf perjuangan Syeikh Yusuf Makassar di Afrika Selatan .

Sewaktu menyampaikan pembentangan beliau juga,Imam Achmad Cassim menceritakan kisah para tahanan di ‘penjara’ Robben Island.
Suatu ketika ,para tahanan di Robben Island ini dibiarkan terjemur berkumpulan di tengah-tengah cuaca yang sangat sejuk.Di kalangan tahanan itu pula ada yang sudah tua berusia dan ada yang masih muda belasan tahun.
Tahanan yang tua sepakat duduk membuat bulatan melingkari dan melindungi tahanan yang masih muda yang duduk di dalam bulatan tersebut.Tahanan –tahanan yang tua ini membuat keputusan tersebut demi mengurangkan kesejukan yang mungkin mengancam nyawa para tahanan yang masih muda.Mereka mempunyai kepercayaan sekiranya mereka yang tua mati kesejukan ,para tahanan yang masih muda pasti dan akan tetap meneruskan perjuangan mereka nanti.Tahanan yang sudah tua ini rela mati terlebih dahulu namun mereka tetap yakin pengorbanan mereka tidak sia-sia kerana anak-anak muda pula yang bakal meneruskan perjuangan mereka suatu masa nanti.
Roh semangat perjuangan Syeikh Yusuf Makassar dan para tahanan Robben Island inilah yang akan saya bawa sempena Piala Dunia 2010.GOL!!!

Wednesday, June 09, 2010

3 wakil PKPIM sertai mesyurat agung IIFSO di Jakarta




PKPIM telah menghantar 3 orang wakil iaitu Muhammad Faisal Abdul Aziz(Presiden),Abu Qasim Nur Azmi(Naib Presiden Antarabangsa) dan Wan Mohamad Wasif Wan Mohamad(Exco Pendidikan dan Penyelidikan) untuk menghadiri mesyuarat International Islamic Federation of Student Organizations (IIFSO) yang berlangsung di Hotel Mercure,Ancol Jakarta,Indonesia pada 4-6 Jun 2010.

IIFSO yang ditubuhkan semenjak tahun 1969 ini

berpusat di Kuwait dan menghimpunkan 67 organisasi pelajar Islam dari 53 buah

negara di seluruh dunia.

Suatu ketika dahulu,IIFSO dikenali dengan keaktifannya menerbitkan buku para pemikir Islam seperti Abul Ala Maududi, Sayyid Qutb, Muhammad Qutb ,Abul Hasan Ali Nadwi.Antara tokoh yang pernah bergiat aktif dengan IIFSO ini ialah Ahmad Totonji,Nurcholish Madjid, Anwar Ibrahim,Mustaffa Kamil Ayub dan ramai lagi.

Antara agenda dalam mesyurat IIFSO kali ini juga ialah pemilihan baru majlis syura dan jawatankuasa bagi sesi 2010,pembentangan laporan IIFSO,perbahasan perwakilan negara,forum belia,bengkel latihan pembangunan manusia ,persembahan budaya dan ziarah rekreasi.

Dalam program ini juga perwakilan PKPIM mengambil kesempatan untuk memperluaskan jaringan antarabangsa dengan organisasi pelajar Islam luar negara seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia(KAMMI),Pelajar Islam Indonesia(PII)Himpunan Mahasiswa Islam(HMI)(Indonesia),Chatra Sibir(Bangladesh) dan organisasi pelajar Islam dari Singapura,Brunei,Turki,Algeria,Maghribi,Burkina Faso,Togo,Afrika Selatan,Bangladesh,Pakistan,India,Jerman,Jepun dan lain-lain.

Sepanjang kunjungan ke Indonesia ini juga ,wakil PKPIM sempat mengadakan ziarah ke pejabat Pelajar Islam Indonesia(PII),kunjung hormat Direktor Pendidikan Islam Departemen Agama Indonesia, Dr Imam Tholkhah dan menziarahi rumah Zaid Makarma,mantan Ketua Umum PII dan Setiausaha Agung Persekutuan Pelajar Islam Asia Tenggara(PEPIAT) di Bogor.

Friday, May 28, 2010

PKPIM dan Selatan Thailand...

Selatan Thailand,Palestin Asia Tenggara.

Itulah yang selalu ditekankan dalam kebanyakan program PKPIM apabila membicarakan persoalan Selatan Thailand.Ramai yang peka dengan isu Palestin tetapi kadangkala terlupa kepada isu Selatan Thailand walaupun nasib rakyat di sana tidaklah jauh berbeza antara keduanya dan Selatan Thailand pula dari segi jaraknya dengan Malaysia jauh lebih dekat berbanding jarak Malaysia -Palestin.

Dalam menangani isu Selatan Thailand ini pula cukupkah kita sekadar berdemonstrasi di hadapan kedutaan Thailand dan kemudiannya terus diam tidak membuat apa-apa pun?

Maka sebab itulah PKPIM di bawah Naib Presiden Antarabangsa telah memberikan fokus utama kepada isu Selatan Thailand dan penekanan utama pastinya kepada pembangunan pendidikan anak muda di Selatan Thailand.

PKPIM telah menganjurkan beberapa program khusus untuk anak muda Selatan Thailand.Beberapa aktivis PKPIM telah dihantar ke Selatan Thailand untuk mengendalikan program-program pendidikan seperti menjadi fasilitator dalam kem motivasi pelajar dan mengajar Bahasa Inggeris.

PKPIM juga telah menghantar wakil ke Selatan Thailand untuk menghadiri sambutan ulang tahun tragedi Tak Bai.

Menaiki bas dari KL ke Rantau Panjang,Kelantan terus menaiki bot perahu melintasi sempadan Malaysia-Thailand dan terpaksa mengharungi berpuluh-puluh pemeriksaan ketat askar Thailand. Memang ada risiko dan agak berbahaya mengunjungi wilayah bergolak seperti Selatan Thailand.Pembunuhan,penculikan,bom di sana sini perkara biasa di sana,namun aktivis PKPIM tetap berani demi satu perjuangan.

Selain itu juga PKPIM dengan kerjasama persatuan pelajar Islam di Selatan Thailand telah mengadakan program motivasi di Malaysia.Anak-anak muda dari Selatan Thailand dibawa ke Malaysia untuk dilatih oleh para aktivis PKPIM dengan fokus utama untuk menghilangkan trauma,membina keyakinan diri dan penekanan kepada budaya ilmu.

Kita percaya dengan misi jangka panjang melalui pembangunan pendidikan mampu merubah nasib umat Islam di Selatan Thailand kelak.

Pelamin Kuasa....

17 April 2010-

Saya dan beberapa orang pimpinan PKPIM telah dijemput untuk menghadiri satu majlis makan malam yang turut disertai oleh Dato Seri Anwar Ibrahim dan Sasterawan Negara,Dato A Samad Said.

Kami sebenarnya baru sahaja selesai menghadiri persidangan meja bulat isu buang bayi anjuran Hal Ehwal Wanita(HEWI) PKPIM di UIAM ,Gombak ketika itu dan kemudiannya terus menaiki kereta menuju ke majlis makan malam tersebut.

Saya dan pimpinan PKPIM yang lain duduk satu meja dengan Dato A Samad Said yang lebih dikenali sebagai sasterawan rakyat ,isterinya , Prof Shahril Mat Zain(pakar Matematik dan pejuang Bahasa Melayu) dan Dr Alinor(pensyarah universiti,pejuang Bahasa Melayu).

Sebaik sahaja Dato Seri Anwar Ibrahim tiba,beliau bersalaman dengan para hadirin termasuk kami dan makan di tempat duduk -meja yang disediakan.

Tanpa disangka-sangka selepas itu Dato Seri Anwar Ibrahim meluru ke meja kami dan duduk bersebelahan dengan saya.Beliau bersembang-sembang dengan Prof Shahril Mat Zain dan dengan kami semua.Beliau menjawab beberapa tuduhan yang sedang hangat minggu itu yang mendakwa beliau menyebarkan faham pluralisme di Malaysia .

Selepas itu Dato Seri Anwar Ibrahim dan Dato A Samad Said buat pertama kalinya berduet mendeklamasikan puisi karya Dato A Samad Said ,Pelamin kuasa yang menyindir segelintir ahli politik yang mengkhianati amanah dan tanggungjawab mereka.

Di bawah ini saya sertakan puisi Pelamin Kuasa karya Sasterawan Rakyat,Dato A Samad Said:-

PELAMIN KUASA

Jangan dibiar niagawan berfikir untuk murba
atau digalak bangsawan memetakan hidup kita.
Hemah sejarah telah mencatat hikayat perang
banyak merakami watak begini yang sering menang.
Menara kuasa yang diregangi niagawan lapar
selalu serasi berkongsi dengan bangsawan gusar.
Mereka sekedar pelolong janji sedap diucap—
resah bangsa kayak untuknya saja menikmat kecap.

Mereka berkucup kuasa lepas pilihanraya,
mencanang wawasan terjempol pemimpin rasukannya.
Awal kuasa diumum kempisnya saku mereka;
akhir tahta jarang pula disebut boyot hartanya.
Mereka pengilham pintar projek sekembung belon,
menggendut bahasa tuan arca semewah bilion.
Lidah ibunda sengaja dilucai kacip kuasa,
malah diseret keluar istana Akta Bahasa.


Khazanah kita titisan peluh nelayan, petani,
peladang dan pekerja berbahasa bunda sejati.
Mereka setulus hati merenda sejarah diri,
membabat ayat yang sudah amat lama digergaji.
Kini kelompok berdarjat ghairah menyemai dinasti,
bumi seolah sahamnya saja untuk dibahagi.
Gelodak peristiwa hanya penaka silap mata
giur catur yang bersimpang-siur di jalur kuasa.

Mereka ini Lini baru dalam songket Melayu,
berdakap hajat bercapal dan bersongkok SiHit baldu.
Mereka hartawan boyot di pentas wira haloba,
niagawan bangsawan yang pintar perkuda kuasa.
Mereka telah dibekalkan semontel-montel dana,
tampaknya makin bernafsu menoreh lidah moyangnya.
Niagawan dan bangsawan kini bersanding kuasa
menjamu projek dan meratah dana semewahnya.

Rakyat perlu menghakis mimpi yang terlalu buana
supaya tak segelintir saja menogok kuasa.
Jangan dibiar niagawan berfikir untuk murba;
usah digalak kuasawan terus menconteng peta.

Presiden PKPIM dilantik sebagai SU PEPIAT

Presiden Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia(PKPIM),Muhammad Faisal Abdul Aziz telah dilantik sebagai Setiausaha Agung Persekutuan Pelajar Islam Asia Tenggara (PEPIAT) bagi sesi 2010-2012 bagi menggantikan mantan Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia(PII),M.Zaid Markarma.

Perlantikan ini dibuat dalam KONVENSYEN PEPIAT 2010 dan BENGKEL STRATEGIK PELAJAR ISLAM ASIA TENGGARA yang diadakan baru-baru ini(24-25 Mei 2010) di Shah Alam,Selangor Darul Ehsan.

Persekutuan Pelajar Islam Asia Tenggara (PEPIAT) adalah sebuah organisasi yang menghimpunkan persatuan pelajar Islam yang utama dari negara-negara di Asia Tenggara.

Sehingga April 2010, PEPIAT dianggotai oleh Malaysia-Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM), Indonesia-Persatuan Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam(HMI), Singapura-Federation of Muslim Students Association (FMSA), National University of Singapore Muslim Students (NUSMS), Thailand-Thailand Muslim Students Association (TAMSA), Kemboja-Persatuan Pelajar Muslim Kemboja (CAMSA), dan Myammar-Myammar Muslim Students Association.

Jumlah pengunjung

web statistics